Sumatera Barat

Jumat, 15 Maret 2019 - 15:16 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Dinkes Pasaman Cegah Stunting dengan Pintar

Pasaman, – “Cegah Stunting dengan Pintar”, moto rapat Daerah Bermasalah gizi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, di Lubuk Sikaping, Jum’at (15/3/19).

Rapat koordinasi dan konvergensi intervensi stunting ini dihadiri oleh Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, Kadis Kesehatan Amdarisman, Tim Monev Ditjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri, kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera barat, tim Fakultas Kesehatan masyarakat UNAND Padang, Staf ahli Bupati, Asisten, kepala OPD dan kepala Puskesmas.

Bupati Pasaman dalam sambutannya menyampaikan Program Indonesia sehat yaitu mewujudkan paradiga sehat , penguatan pelayanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Program ini dilaksanakan melalui pendekatan keluarga untuk mewujudkan keluarga sehat pada daerah terpencil dan perbatasan didukung oleh tim tenaga kesehatan yang disebut program “Nusantara Sehat”, kata Bupati.

Menurut Bupati dalam upaya mewujudkan masyarakat yang berkualitas diperlukan tindakan yang strategis dan tepat dalam memperbaiki status gizi khususnya Stunting, karena Stunting merupakan Prediktor rendahnya kualitas sumber daya manusia yang diterima secara luas dampaknya menimbulkan resiko penurunan kemampuan produktif suatu bangsa. Sehingga pencegahan dan penanggukangan stunting menjadi sangat penting.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berkoordinasi dan saling menyatukan kegiatan-kegiatan yang ada di OPD masing-masing dengan satu tujuan untuk menurunkan prevalensi stunting di kabupaten pasaman pada tahun tahun kedepan,” pungkas Yusuf Lubis.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Amda Risman mengatakan stunting memerlukan aksi lintas sektoral karena disebabkan oleh foaktor multi dimensi.

“Penyebab Langsung usapan makan tidak memadai dan penyakit infeksi yang berulang. Faktor itu dipengaruhi tidak langsung seperti rendahnya pendidikan, pengetahuan gizi dan pengasuhan, akses air bersih yang tidak memadai, hgienis dan sanitasi yang buruk, keterbatasan akses dan ketersedian pangan dan rendahnya pendapatan,” terangnya.

Dijelaskannya, pengentasan stunting didukung bersama baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat umum. Agar penurunan prevalensi stunting dapat dipercepat dan dapat terjadi secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 714 kali

Baca Lainnya
loading…