Sumatera Barat

Selasa, 26 Februari 2019 - 11:50 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Jalan Jr. Batang Tuhur

Jalan Jr. Batang Tuhur

Masyarakat Pasaman Merasa Dibohongi CV. Cipta Aveyori

Pasaman, – Masyarakat Kabupaten Pasaman di Jorong Batang Tuhur Nagari Cubadak merasa dibohongi oleh CV. Cipta Aveyori yang melakukan pekerjaan pengaspalan dijalan kejorongan tersebut pada 2018 yang lalu.

Pasalnya, pemuda dan sejumlah masyarakat setempat disuruh menjaga alat berat CV. Cipta Aveyori saat proses pekerjaan berlangsung dengan gaji Rp3 juta dalam sebulan. Namun hingga kini, janji gaji itu belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat dan pemuda setempat yang menjaga alat tersebut.

Mislan salah seorang masyarakat yang ikut menjaga alat itu mengatakan pihaknya merasa dibohongi oleh CV. Cipta Aveyori.

“Kami merasa dibohongi, pekerjaan pada 2018 kemarin, namun sampai sekarang tak ada kejelasan,” ucapnya, Selasa (26/2/19).

Ia jelaskan, pihaknya menjaga alat sekitar 75 hari, namun mereka meminta gaji/imbalan hanya 60 hari atau 2 bulan.

“Kami hanya minta gaji 2 bulan/60 hari, yang mereka bayar baru Rp1.500.000. Jadi tinggal Rp4.500.000 lagi,” tegasnya dengan nada kecam.

Sebelumnya Irawati (Komandan Proyek) pada (13/1/19) kemarin mengatakan, ia telah mengajukan ke kantor CV. Cipta Aveyori untuk pembayaran utang itu.

“Mengajukan ke kantor dulu baru kami bayarkan ke lapangan. Jadi dari kantor masih proses, belum keluar, kalau sudah ada nanti langsung diantarkan,” katanya.

Ia sampaikan dalam satu bulan itu dibayarkan 3 juta. Namun sudah dibayar setengan bulan dan tinggal 1 bulan lagi yang belum dibayar.

Hal senada disampaikan Ifwandi yang katanya bagian pengurusan pengaspalan dari CV. Cipta
Aveyori saat ditanya media mengakui bahwa pihaknya masih berutang pada pemuda disana.

“Ya masih berutang kami, lebih kurang 30 hari. Kemarin sudah dibayar Rp1.500.000,” katanya kepada deliknews.com pada 13 Januari 2019 kemarin.

“Memang masih ada tagihan di kantor, belum keluar. Permintaan Ibu Ira ke kantor (Komandan Proyek). Uang masih direkening perusahaan,” ungkapnya.

Ifwandi menyampaikan bahwa utang itu akan tetap dibayar, tapi menunggu waktu.

“Itu tetap dibayar, tapi menunggu waktu,” jelas Ifwandi.

Kemudian Ifwandi kembali dikonfirmasi (26/2/19) membenarkan hingga kini belum ada pembayaran sepenuhnya.

Ia katakan uangnya masih tinggal di PU senilai Rp190 juta dan belum PHO.

“Sumber uang kami dari PU, itu kendalanya. Kemarin kendalannya belum PHO,” katanya.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 1871 kali

Baca Lainnya
loading…