Sumatera Barat

Rabu, 20 Februari 2019 - 11:40 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Koordinator Divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, Kristian saat sosialisasi di aula KPN Lubuk Sikaping, Rabu (20/2/19).

Koordinator Divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, Kristian saat sosialisasi di aula KPN Lubuk Sikaping, Rabu (20/2/19).

Melebihi Harga Rp60 Ribu Termasuk Money Politik

Pasaman, – Koordinator Divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, Kristian menyebut memberikan barang melebihi harga Rp60 ribu termasuk money politik.

Hal ini ia sampaikan saat sosialisasi Pengawasan Pemilu kepada Pemilih Pemula dan Mahasiswa agar ikut serta dalam pengawasan Pemilu serentak tahun 2019 yang didampingi Ketua Bawaslu Rini Juita dan Kepala Sekretariat Panwaslu Pasaman Rifki Mukhliza, di aula KPN Lubuk Sikaping, Rabu (21/2/19).

“Ada money politik berikan informasi pada kami. Berharga lebih dari Rp60 ribu termasuk money politik”, sebut Kristian.

Dikatakan Kristian, “Pemilu merupakan perwujudan kedaulatan rakyat dan sarana bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam proses politik”, katanya.

Baca juga : Panas, Bawaslu Tantang DPRD Pasaman

Ia jelaskan tanpa adanya pengawasan, berpotensi akan terjadi politik uang, hilangnya hak pilih, konflik antara pendukung calon, biaya politik mahal dan terjadi manipulasi suara.

“Kepada pemilih pemula, apabila ada ada potensi pelanggaran pemilu, berikan informasi awal, maka akan kami lakukan investigasi”, jelasnya.

Kristian juga menyarankan agar pemilih pemula dan mahasiswa jangan salah pilih peserta pemilu, pilih yang mempunyai visi dan misi yang baik untuk rakyat.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 729 kali

Baca Lainnya
loading…