Sumatera Barat

Senin, 21 Januari 2019 - 12:38 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Kapolres Pasaman AKBP Hasanuddin, S.Ag saat menjelaskan tentang radikalisme.

Kapolres Pasaman AKBP Hasanuddin, S.Ag saat menjelaskan tentang radikalisme.

Polres Pasaman Cegah Ancaman dan Bahaya Radikalisme

Pasaman, – Polres Pasaman melaksanakan kegiatan Fokus Grup Discussion ancaman dan bahaya radikalisme terhadap NKRI untuk menyongsong Pemilu 2019 aman dan damai, Senin (21/1/19).

Diskusi ini diikuti oleh sejumlah komunitas dan mahasiswa yang ada di Kabupaten Pasaman.

Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin, S.Ag sebagai narasumber mengatakan agama dan dendam politik mudah menjadi topik radikalisme. Agama  dimanfaatkan untuk menjatuhkan paslon lain dan terkadang masyarakat merasa direndahkan sehingga mudah terpengaruh.

“Kadang yang disalahkan pemimpin dan masyarakat terpancing sehingga memusuhi pimpinannya”, sebut AKBP Hasanuddin.

Disampaikannya, ciri gerakan radikal dengan menyesatkan kelompok lain yang tidak sependapat. “Dia merasa paling benar, padahal sudah ada lembaga pembenaran, jika terjadi hal yang tidak benar ranahnya kepada penegak hukum dan pengadilan (hakim)”, katanya.

Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah radikalisme dengan memerikan pemaham radikal, pemahaman agama yang benar sesuai agama masing – masing, menguatkan toleransi dan perdamaian, ungkap Kapolres.

Sementara Ketua MUI Pasaman, Habibullah, S.Ag, M.H, juga sebagai narasumber mengatakan faktor munculnya radikalisme adanya interaksi sosial budaya dalam skala yang luas, islam sebagai tatanan nilai dihadapkan dengan tata nilai modern.

Radikal adalah paham yang menuntut perubahan sosial dan dan politik dalam suatu negara secara cepat dan keras.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 74 kali

loading…


Baca Lainnya