Sumatera Barat

Selasa, 4 Desember 2018 - 17:47 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Masyarakat Dua Koto Pulang dengan Kecewa, Ternyata Tak Ada Pembatasan Pasien

Sumatera Barat, – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pasaman (RSUD Lubuk Sikaping), Yong Marzuhaili membantah adanya pembatasan pasien.

Sebelumnya telah diberitakan, berdasarkan keterangan yang diberikan Kabid Pelayanan Medis RSUD itu bahwa selama 4 hari hingga kamis tanggal 6 Desember 2018 besok, ada pembatasan pasien karena RSUD dalam penilaian akreditasi.

“Ya dibatasi pasien, kita sedang penilaian. Diminta dulu pengertian pasien, selama empat hari ini”, katanya, Selasa (4/11/18).

Ditanya bagaimana pertimbangan untuk pasien berdomisili jauh dari RSUD Lubuk Sikaping, tak ada pertimbangan. Namun merata untuk semua pasien, supaya tak ada perbedaan.

Salah satu pasien dari Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman mengalami penyakit dalam yang enggan disebutkan namanya, mengaku sangat kecewa dengan pembatasan pasien tersebut.

“Saya berangkat dari rumah dengan naik bus untuk berobat ke RSUD Lubuk Sikaping. Namun setelah sampai, katanya pasien penyakit dalam dibatasi sebanyak 60 orang, sementara nomor antrian yang saya terima 199”, katanya dengan wajah lesu, Selasa (4/12/18).

Ia jelaskan, jarak rumahnya (Dua Koto) sangat jauh dari RSUD Lubuk Sikaping, sekitar 1,5 jam perjalanan.

“Bagaimana saya akan mendapat nomor antrian dibawah 60 orang, sementara kami jauh. Minta tolongpun kami tidak bisa, terpaksa kami pulang kembali”, ungkapnya dengan kesal.

Melihat berita tersebut, Direktur RSUD Lubuk Sikaping, dr. Yong Marzuhaili, mengkarifikasi bahwa tak ada pembatasan pasien.

“Saya tegaskan, tidak ada pembatasan pasien, yang ada hanya penundaan karena semua Dokter diuji”, ungkapnya.

(Darlin/tim)

Artikel ini telah dibaca 242 kali

Baca Lainnya
loading…